Kamis, 13 Oktober 2011

Contoh-contoh Kalimat penalaran dan Kalimat Argumentasi

Nama : Aristi Lestari
Npm : 21209045
Kelas : 3EB07

• Artikel 1
SCTV Gelar Audisi Boy dan Girl Band
Rochmanuddin

13/10/2011 18:05 | SCTV
Liputan6.com, Jakarta: Setelah menggelar Miss Celebrity, sebagai media yang berkomitmen terhadap perkembangan dunia hiburan di Indonesia, SCTV kembali mengembangkan ajang audisi talenta pencarian bakat baru dengan menggelar Boy & Girl Band Indonesia 2011.

Menurut Direktur Program dan Produksi SCTV, Harsiwi Achmad, ajang ini selain tempat pencarian bakat dan talenta baru yang mempu bernyanyi dalam kereografi sebagai Boyband dan Girl band yang berkualitas, juga sebagai ajang yang untuk memotivasi para Boyband dan Girlband yang berkualitas di dunia musik tanah air.

"Kita lihat ini sebuah fenomena bukan di Indonesia saja, tapi juga Asia yang dimulai dari Korea. Artinya bahwa Boyband dan Girlband saat ini tengah merajai dan mempenetrasi penonton dan pendengar di Indonesia," ujar Siwi dalam jumpa persnya di Gedung SCTV, Jakarta, Kamis (13/10).

Karena itulah, Siwi berharap SCTV dapat memberikan peluang kepada para remaja yang berbakat untuk menjadi anggota Boyband dan Girlband yang berkualitas tentunya. Ajang ini akan diselenggarakan melalui proses audisi di empat kota besar, yakni Bandung pada tanggal 22-23 Oktober 2011, Surabaya 29-30 Oktober 2011, dan diakhiri di dua kota secara bersamaan di kota Jogjakarta dan Jakarta pada tanggal 5-6 November� 2011.

Bagi calon Boyband dan Girlband yang ingin mendaftarkan ajang audisi ini, saat ini sudah dapat mendaftarkan diri caranya dengan mengunduh formulir di situswww.liputan6.com/boygirlbandindonesia. (ARI).


SUMBER : http://musik.liputan6.com/berita/201110/357826/sctv-gelar-audisi-boy-dan-girl-band
Dari Artikel 1 di atas, maka:
 Kalimat Argumentasi : Kita lihat ini sebuah fenomena bukan di Indonesia saja, tapi juga Asia yang dimulai dari Korea. Artinya bahwa Boyband dan Girlband saat ini tengah merajai dan mempenetrasi penonton dan pendengar di Indonesia," ujar Siwi dalam jumpa persnya di Gedung SCTV,Jakarta,Kamis(13/10).
 Kalimat Penalaran: Setelah menggelar Miss Celebrity, sebagai media yang berkomitmen terhadap perkembangan dunia hiburan di Indonesia, SCTV kembali mengembangkan ajang audisi talenta pencarian bakat baru dengan menggelar Boy & Girl Band Indonesia 2011.

Menurut Direktur Program dan Produksi SCTV, Harsiwi Achmad, ajang ini selain tempat pencarian bakat dan talenta baru yang mempu bernyanyi dalam kereografi sebagai Boyband dan Girl band yang berkualitas, juga sebagai ajang yang untuk memotivasi para Boyband dan Girlband yang berkualitas di dunia musik tanah air.


• Artikel 2
Pemerintah Diminta Serius Tangani Hukuman Mati TKI
Rochmanuddin

13/10/2011 16:26
Liputan6.com, Jakarta: Wakil Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Ramses D Aruan mendesak kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SB) agar lebih serius menangani kasus ancaman hukuman pancung terhadap TKW asal Majalengka, Tuti Tursilawati di Arab Saudi.

"Pertama bagaimana soal menyelamatkan, setuju atau tidak setuju, yang pertama ya upayakan dan selamatkan. Tapi pemerintah harus kuat, presiden harus turun. Satgas pun harus turun," ujarnya usai mendampingi orang tua Tuti di Kementrian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (13/10).

Presiden turun tangan pun, lanjut Ramses, bukan sebuah jaminan terbebasnya perempuan kelahiran 6 Juni 1984 itu dari hukuman pancung. Karena selama ini upaya Satgas pun terkesan tak membuahkan hasil apapun. "Bukan jaminan pula kalau presiden turun tangan. Kita bukan tidak percaya Satgas. Tapi ini persoalan semua bangsa ini," tandasnya.

Karena itu pemerintah dan semua pemangku kepentingan diminta untuk lebih serius dan lebih optimal dalam mengupayakan pengampunan hukuman mati bagi Tuti Tursilawati. "Kemenlu, pemerintah dan semua yang terkait, sudah berupaya tapi belum maksimal, harus lebih dimaksimalkan lagi, ini persoalan mau atau tidak. Pokonya segala upaya harus dilakukan pemerintah," ujarnya.

Ramses menyimpulkan, dalam rangka upaya pembebasan hukuman mati dari beberapa TKI selama ini, pemerintah dinilai sangat lambat dalam menyelesaikan. Ia menambahkan, diperkirakan Tuti akan menjalani hukuman pancung pada hari raya Idul Adha tahun ini. Namun menurut Ramses, hal itu bisa saja dieksekusi kapan saja tergantung dari kemauan keluarga korban. (ARI)

Dari Artikel 2 di atas, maka:
 Kalimat Argumentasi : Juru bicara Kementrian Luar Negeri, Michael Tene, menegaskan Pemerintah Indonesia berkomitmen menangani kasus yang dialami setiap TKI yang bermasalah di luar negeri, termasuk kasus yang kini dialami TKW asal Majalengka, Jawa Barat, Tuti Tursilawati.
 Kalimat Penalaran: Ya tadi ada pertemuan dengan keluarga, kita saling memberi informasi. Yang jelas komitmen pemerintah terhadap kasus seperti ini sangat besar, dan kita sangat memperhatikannya, dan berbagai langkah sudah kita lakukan," ujar Tene saat ditemui wartawan di kantor Kemenlu.

• Artikel 3
10/10/2011 07:19
Liputan6.com, Blora: Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tiga kendaraan, Minggu (9/10) terjadi di Jalan Raya Blora-Rembang, Jawa Tengah. Benturan keras menyebabkan truk ringsek berat dan sopir serta kernetnya terluka parah.

Peristiwa tabrakan ini terjadi ketika truk yang dikemudikan Agus tak mampu menghindari truk yang berada di depannya menabrak mobil pick-up yang berhenti mendadak.

Korban luka-luka kini dirawat di rumah sakit setempat dan beberapa sopir dari kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut dimintai keterangan polisi. (Vin)

Dari Artikel 3 di atas, maka:
o Kalimat Argumentasi : Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tiga kendaraan, Minggu (9/10) terjadi di Jalan Raya Blora-Rembang, Jawa Tengah. Benturan keras menyebabkan truk ringsek berat dan sopir serta kernetnya terluka parah.


o Kalimat Penalaran : Peristiwa tabrakan ini terjadi ketika truk yang dikemudikan Agus tak mampu menghindari truk yang berada di depannya menabrak mobil pick-up yang berhenti mendadak.


• Artikel 4
Donvito Samartha

11/10/2011 11:07
Liputan6.com, Jakarta: Sebuah pohon besar tumbang di pelataran parkir Hotel Mega Pro, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (11/10) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Pohon jenis Angsana menimpa tiga mobil hingga ringsek.

Oyon, salah satu sopir yang tertidur di mobil, kaget setengah mati setelah mendengar bunyi hantaman keras. Ia pun langsung keluar menyelamatkan diri. Pada saat kejadian, tidak ada hujan deras maupun tiupan angin kencang.

Pihak hotel mengatakan, pohon setinggi 50 meter merupakan milik Dinas Pertamanan. Diduga kuat, akar pohon tidak mampu menahan beban dahan yang semakin bertambah.(WIL/ULF)

Sebuah pohon besar tumbang di pelataran parkir Hotel Mega Pro, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (11/10) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Pohon jenis Angsana menimpan tiga mobil hingga ringsek.

Dari Artikel 4 di atas, maka:
 Kalimat Argumentasi : Dari artikel Sebuah pohon besar tumbang di pelataran parkir Hotel Mega Pro, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (11/10) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Pohon jenis Angsana menimpa tiga mobil hingga ringsek.
 Kalimat Penalaran : Pihak hotel mengatakan, pohon setinggi 50 meter merupakan milik Dinas Pertamanan. Diduga kuat, akar pohon tidak mampu menahan beban dahan yang semakin bertambah.

• Artikel 5
Riski Adam
Kesadaran Minim, Angka Kecelakaan Terus Meningkat
10/10/2011 15:04
Liputan6.com, Jakarta: Tingginya angka kecelakaan transportasi tidak bisa dipisahkan dari rendahnya kebiasaan (behaviour) dan budaya keselamatan dalam berkendara. Hal itu terjadi bukan hanya di kalangan pengguna kendaraan pribadi namun juga di kalangan pilot dan nahkoda kapal. Untuk itu Kementerian Perhubungan harus bekerja keras melakukan penyadaran pentingnya keselamatan berkendara.

"Diperlukan gerakan massive untuk mengubah kebiasaan dan budaya yang abai terhadap keselamatan," tegas Anggota Komisi V DPR RI, Yudi Widiana Adia, kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (10/10) ketika ditanya mengenai tingginya angka kecelakaan di Indonesia.

Yudi mencontohkan masih banyaknya pilot, nakhoda, ataupun pihak pengawas yang tidak mengecek ulang kondisi pesawat atau kapal sebelum berangkat. Pengecekkan banyak yang dilakukan hanya di atas kertas. Belum lagi sikap penerbang atau nakhoda ketika cuaca buruk menerpa pesawat atau kapal yang sudah mengarungi setengah perjalanan misalnya.

Seharusnya sesuai prosedur, jika cuaca sangat membahayakan, jangan diterjang atau meneruskan perjalanan. Faktanya tidak sedikit yang memilih nekad melanjutkan perjalanan. "Rendahnya kesadaran akan keselamatan berkendara semacam itu tidak terlepas dari minimnya gerakan penyadaran maupun pengawasan yang tegas dari pihak terkait dalam hal ini Kementerian Perhubungan," tuturnya.

Dalam hal pengawasan, Yudi menyarankan ada tes psikologi rutin. Misalnya setiap dua tahun untuk para pilot dan nakhoda. Kemudian dilakukan audit dua tahunan terkait kelayakan pesawat atau kapal, di samping pengawasan rutin lainnya. "Bahkan setiap periode tertentu, pilot diberi jadwal refreshing untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas," ujar Yudi.

Dari Artikel 5 di atas, maka:
 Kalimat Argumentasi : Angka kecelakaan transportasi di Indonesia memang sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, hingga 31 Agustus 2011 telah terjadi 2.998 kecelakaan transportasi yang mengakibatkan 490 orang tewas dan 811 orang luka berat serta 2.027 orang luka ringan.
 Kalimat Penalaran : "Diperlukan gerakan massive untuk mengubah kebiasaan dan budaya yang abai terhadap keselamatan," tegas Anggota Komisi V DPR RI, Yudi Widiana Adia, kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (10/10) ketika ditanya mengenai tingginya angka kecelakaan di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar