Tampilkan postingan dengan label TULISAN SOFTSKILL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TULISAN SOFTSKILL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Mei 2011

MODAL VENTURA

1. Pengertian
Modal ventura dapat didefinisikan dalam berbagai versi, namun pada dasarnya berbagai macam definisi tersebut mengacu pada satu pengertian mengenai modal ventura, yaitu suatu pembiayaan oleh suatu perusahaan kepada suatu perusahaan pasangan usahanya yang prinsip pembiayaannya adalah penyertaan modal. Perusahaan yang menerima penyertaan modal disebut Perusahaan Pasangan Usaha atau Investee Company, dan perusahaan yang melakukan penyertaan modal disebut Perusahaan Modal Ventura. Meskipun prinsip pembiayaan dari modal ventura adalah ‘penyertaan’, hal tersebut tidak berarti bahwa bentuk formal dari pembiayaanya selalu penyertaan. Bentuk pembiayaannya bisa berupa obligasi atau bahkan pinjaman, namun obligasi atau pinjaman itu tidak sama dengan obligasi atau pinjaman biasa karena mempunyai sifat khusus yang pada intinya mempunyai syarat pengembalian dan balas jasa yang lebih lunak. Syarat yang lebih lunak itu dapat bermacam-macam, antara lain dapat berupa :
• Bagi hasil
• Pembayaran pinjaman hanya jika Perusahaan Pasangan Usaha mampu (mengalami tingkat keuntungan tertentu)
• Pinjaman dapat dikonversikan menjadi saham/penyertaan.
Di samping pengertian di atas, modal ventura oleh beberapa pihak diberi batasan sebagai berikut :
• Perusahaan modal ventura adalah badan usaha yang melakukan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan penerimaan bantuan untuk jangka waktu tertentu (Keppres No. 61 tahun 1988).
• Modal ventura adalah usaha pembiayaan untuk memungkinkan pembentukan dan pengembangan usaha-usaha baru di berbagai bidang (Robert White).
• Modal ventura adalah investai jangka panjang dalam bentuk pemberian modal yang mengandung risiko, dimana penyediaan dana (Perusahaan Modal Ventura) terutama mengharapkan capital gain di samping pendapatan bunga atau dividen (Tony Lorenz).
• Modal ventura adalah dana yang diinvestasikan pada perusahaan atau individu yang memiliki risiko tinggi (Clinton Richardson).
2. Sejarah

Munculnya konsep pembiayaan dengan modal ventura diawali tahun 1920-1930 pada saat keluarga kaya di Amerika Serikat seperti Ford,Rockefeller,Payson dan lain-lain membentuk suatu pendanaan yang diarahkan untuk menolong usaha-usaha individu yang sedang mengalami kesulitan modal dalam kegiatan investasi yang potensial, dan kegiatan ini terus berkembang ke seluruh dunia termaksut di Indonesia yang dikenal sebagai usaha modal ventura.
Awal pengakuan secara formal adanya usaha modal ventura di Indonesia adalah pada saat berlakunya Paket 20 Desember 1988 (Pakdes 20, 88) yang menempatkan usaha modal ventura sebagai salah satu kegiatan pembiayaan di samping bentuk-bentuk kegiatan pembiayaan yang lain. Pada kenyataannya usaha modal ventura relative kurang berkembang di Indonesia dibandingkan lembaga pembiayaan yang lain. Kurang berkembangnya usaha modal ventura di Indonesia terutama disebabkan karena :
a. Belum dikenal
Meskipun modal ventura sudah berkembang sejak awal abad ke-20, usaha ini relative belum dikenal oleh masyarakat di Indonesia baik Perusahaan Pasangan Usaha yang potensial maupun pihak-pihak yang mempunyai kapasitas untuk mengembangkan atau menjadi Perusahaan Modal Ventura.
b. Risiko
Meskipun pembiayaan dengan cara penyertaan memungkinkan adanya Rate Of Return yang lebih tinggi bagi Perusahaan Modal Ventura, namun salah satu konsekuensi dari pembiayaan dalam bentuk penyertaan adalah adanya risiko yang lebih tinggi terhadap tidak terbayarnya kembali pembiayaan atau penyertaan serta tidak terbayarnya balas jasa modal.
c. Kesesuaian
Masing-masing Perusahaan Modal Ventura mempunya karakteristik berbeda-beda.Maka diperlukannya kesesuaian dalam banyak hal antara Perusahaan Pasangan Usaha dengan Perusahaan Modal Ventura dalam suatu kegiatan penyertaan modal, maka sulit di temukan pasangan yang sesuai antara Perusahaan Pasangan Usaha dengan Perusahaan Modal Ventura.
d. Tenaga Profesional
Kurang berkembangnya usaha modal ventura di Indonesia,dan tenaga kerja professional yang berpengalaman tidak mudah untuk didapat.Hal ini menyebabkan suatu Perusahaan Modal Ventura di Indonesia biasanya kurang didukung dengan tenaga professional yang memadai.
e. Pasar Modal
Salah satu cara untuk melakukan penarikan kembali penyertaan yang telah dilakukan atas berbagai alasan atau divestasi adalah dengan menawarkan kepemilikan atau saham dari Perusahaan Pasangan Usaha melalui pasar modal.
f. Peraturan Perundang-undangan
Peraturan perundangan yang saat ini ada belum sacara lengkap mendukung perkembangan usaha modal ventura di Indonesia.
3. Manfaat
• Bagi Perusahaan Pasangan Usaha
Manfaat utama yang diterima oleh Perusahaan Pasangan Usaha adalah dapat dijalankannya kegiatan usaha karena kebutuhan dana untuk modal usaha telah dapat dipenuhi oleh Perusahaan Modal Usaha.Disamping manfaat utama tersebut, manfaat lain yang diterima oleh Perusahaan Pasangan Usaha dan masih terkait dengan manfaat utama tersebut antara lain sebagai berikut :
a. Peningkatan kemungkinan berhasilnya usaha
b. Peningkatan efisiensi kegiatan usaha
c. Peningkatan bankability
d. Peningkatan kemampuan pengembangan usaha

• Bagi Perusahaan Modal Ventura
Mengingat usaha modal ventura mempunyai dua dimensi yaitu bisnis dan social, maka manfaat utama yang dapat diperoleh Perusahaan Modal Ventura juga meliputi dua hal. Pertama, Perusahaan Modal Ventura memperoleh balas jasa atas pembiayaan yang telah dilakukan kepada Perusahaan Pasangan Usaha. Kedua, Perusahaan Modal Ventura membantu peningkatan kesejahteraan rakyat banyak melalui pengembangan usaha yang sedang mengalami kesulitan pembiayaan.
Disamping manfaat utama tersebut, Perusahaan Modal Ventura dapat juga memperoleh manfaat lain yang masih terkait dengan manfaat utama tersebut yang antara lain adalah sebagai berikut :
a. Peningkatan kemampuan teknis dan pengalaman karyawan dan staf Perusahaan Modal Ventura.
b. Peningkatan informasi tentang modal ventura
4. Jenis
• Berdasarkan Cara Pemberian Bantuan
Bantuan yang diberikan Perusahaan Modal Ventura kepada Perusahaan Pasangan Usaha dapat meiputi dua hal, yaitu bantuan financial dan bantuan manajemen. Atas dasar cara pemberian kedua jenis bantuan tersebut, mekanisme modal ventura dapat dibedakan menjadi :
a. Single tier approach
Pendekatan ini menempatkan sebuah Perusahaan Modal Ventura dalam dua fungsi sekaligus, yaitu sebagai pemberi bantuan pembiayaan (fund company) dan juga sebagai pemberian bantuan manajemen atau pengelolaan dana (manajement company). Pihak-pihak utama yang terkait dalam kegiatan modal ventura hanya terdiri dari (1) Perusahaan Modal Ventura dan (2) Perusahaan Pasangan Usaha (investee company).

ANGGARAN

Pengertian Anggaran
Setiap Perusahaan harus menentukan produk apa yang akan dijual dengan melihat berbagai ceruk yang ada di pasar. Setelah diketahui produk apa yang akan dihasilkan, perusahaan harus mencari sumber daya untuk menghasilkan produk tersebut,mulai dari bahan baku yang dibutuhkan, mesin untuk menghasilkan produk tersebut, tenaga kerja yang mengerjakan proses produksi hingga bagaimana menjual produk tersebut kepada masyarakat.
Dalam proses menghasilkan dan memasarkan produk tersebut, perusahaan perlu membuat perencanaan yang baik agar operasi perusahaan dapat berjalan dengan baik agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

Anggaran adalah rencana kerja organisasi di masa mendatang yang diwujudkan dalam bentuk kuantitatif, formal, dan sistematis.

Jadi, pada dasarnya anggaran merupakan rencana kerja organisasi di masa mendatang, sedangkan proses penyiapan dan penyusunan anggaran disebut penganggaran. Langkah-langkah positif harus diambil oleh organisasi untuk merealisasikan apa yang direncanakan di dalam anggaran.Agar anggaran tersebut merupakan target yang harus diupayakan dicapai oleh anggota perusahaan maka anggaran tersebut harus dapat dilihat dan dikomunikasikan kapada seluruh anggota organisasi.

Anggaran memiliki kemiripan dengan ramalan dan proyeksi. Tetapi, antara anggaran dengan ramalan maupun dengan proyeksi memiliki perbedaan.

Ramalan adalah prediksi tentang apa yang akan terjadi, tanpa ada usaha dari peramal untuk mempengaruhi apa yang akan terjadi agar sesuai dengan ramalannya. Sedangkan anggaran disusun sebagai sesuatu yang akan dikerjakan organisasi di masa mendatang. Didalam menyusun anggaran salah satu faktor yang dapat mempengaruhi dan menentukan keberhasilan pencapaian anggaran adalah tingkat realistis tidaknya anggaran tersebut. Realistis berarti anggaran disusun sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki perusahaan sekaligus memberi motivasi bagi manajemen untuk mencapainya.

Proyeksi adalah perkiraan apa yang akan terjadi jika suatu kondisi atau situasi yang lain terjadi terlebih dahulu.

Berbeda lagi dengan ramalan, proyeksi adalah merupakan prediksi juga tentang sesuatu yang akan terjadi di masa mendatang, tetapi dengan suatu persyaratan tertentu. Misalnya, proyeksi akan terjadinya kepunahan Badak Jawa jika perburuan terus terjadi dan tidak dilakukan perlindungan satwa yang ketat. Jadi, jika pemerintah dan masyarakat terus melakukan perbururan dan tidak melakukan perlindungan satwa langka tersebut maka akan terjadi kepunahan Badak Jawa tersebut.
CIRI – CIRI ANGGARAN
1. Dinyatakan dengan satuan moneter
Penyusunan rencana kerja dalam satuan moneter tersebut, bertujuan untuk mempermudah membaca dan usaha untuk mengerti rencana tersebut.
2. Umumnya mencakup kurun waktu satu tahun
Batasan waktu dalam penyusunan anggaran akan berfungsi untuk memberikan batasan rencana kerja tersebut.
3. Mengandung komitmen manajemen
Anggaran harus disertai dengan upaya pihak manajemen dan seluruh anggota organisasi untuk mencapai apa yang telah ditetapkan dan menjamin bahwa anggaran yang disususn adalah realistis.
4. Usulan anggaran disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari pelaksana anggaran
Anggaran tidak dapat disusun sendiri-sendiri oleh setiap bagian organisasi tanpa persetujuan dari atasan pihak penyusun.
5. Setelah disetujui, anggaran hanya diubah jika ada keadaan khusus. Jadi, tidak setiap saat dan dalam segala keadaan anggaran boleh diubah oleh manajemen. Anggaran boleh diubah jika situasi internal dan eksternal organisasi memaksa untuk mengubah anggaran tersebut.
6. Jika terjadi penyimpangan / Varians di dalam pelaksanaannya, harus dianalisis sebab terjadinya penyimpangan tersebut.

FUNGSI ANGGARAN
1. Planning (Perencanaan)
Di dalam fungsi ini ditetapkan tujuan jangka panjang, tujuan jangka pendek, sasaran yang ingin dicapai, strategi yang akan digunakan, menetapkan produk yang akan dihasilkan, bagaimana menghasilkannya, sumber daya yang dibutuhkan, dan sebagainya.
2. Organizing (Pengorganisasian)
Di dalam hal ini adalah mulai dari uapaya memperoleh bahan baku, mencari mesin yang dibutuhkan untuk mengelola bahan tersebut, bangunan yang dibutuhkan untuk mengelola produk tersebut, mencari tenaga kerja, mencari modal, dan sebagainya.
3. Actuating (Menggerakkan)
Setiap sumber daya yang ada harus diarahkan, dikoordinasikan satu dengan lainnya supaya dapat bekerja optimal untuk mencapai tujuan perusahaan.
4. Controlling (Pengendalian)
Memastika bahwa setiap sumber daya tersebut telah bekerja sesuai dengan rencana yang telah dibuat perusahaan untuk menjamin bahwa tujuan perusahaan secara umum dapat tercapai.
MACAM ANGGARAN
1. Anggaran Operasional
Anggaran Operasional adalah rencana kerja perusahaan yang mencakup semua kegiatan utama perusahaan dalam pemperoleh pendapatan di dalam suatu periode tertentu.
a. Anggaran Pendapatan
Anggaran Pendapatan dapat disusun berdasarkan jenis produk, wilayah pemasaran, kelompok konsumen. Di dalam kelompok anggaran ini biasanya terkandung pula ramalan tetang beberapa kondisi tertentu yang berada di luar kendali manajemen penjualan.
b. Anggran Biaya
Di dalam kelompok anggaran ini dibedakan menjadi anggaran biaya terukur dan anggaran biaya diskresionner. Anggaran biaya terukur dirancang untuk mengukur efisiensi dan manajer operasional memikul tanggung jawab atas tercapainya sasaran yang dianggarkan, sedangkan anggaran biaya diskresioner tidak dirancang untuk mengukur efisiensi dan penyusunan anggaran bertanggung jawab untuk membelanjakan jumlah yang ditetapkan. Macam – macam anggaran :
 Anggaran Biaya Bahan Baku
 Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung
 Anggaran Biaya Overhead
 Anggaran Biaya Pemasaran
 Anggaran Biaya Administrasi dan Umum
c. Anggaran Laba
Anggaran Laba sebenarnya gabungan dari anggaran pendapatan dan anggaran biaya. Anggaran Laba dapat digunakan untuk :
 Mengalokasikan sumber daya
 Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan organisasi
 Alat pengecek akhir tentang kegiata kememadaian anggaran biaya
 Membagi tanggung jawab kepada semua manajer atas unjuk kerja keuangan perusahaan atau divisi.
2. Anggran Keuangan
Anggaran keuangan adalah anggaran yang berkaitan dengan rencana pendukung aktivitas operasi perusahaan. Anggaran Keuangan mencakup beberapa jenis anggaran.
a. Anggaran Investasi adalah rencana perusahaan untuk membeli barang – barang modal atau barang – barang yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk perusahaan di masa mendatang.
b. Anggaran Kas adalah rencana aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan di dalam suatu periode tertentu.
c. Proyeksi Neraca adalah kondisi keuangan yang diinginkan perusahaan di dalam suatu periode tertentu di masa mendatang.
Anggaran menurut kelengkapannya disebut anggaran parsial dan anggaran komprehensif. Anggaran Parsial adalah anggaran yang terdiri satu jenis atau kelompok kegiatan tertentu saja. Sedangkan Anggaran Komprehensif adalah keseluruhan anggaran yang terdiri dari gabungan anggaran – anggaran parsial di dalam suatu periode waktu tertentu.
Anggaran menurut fleksibelitasnya di dalam menghadapi perubahan, yaitu anggaran fleksibel dan anggaran tetap. Anggaran Fleksibel adalah anggaran yang dapat di ubah dan disesuaikan berdasarkan perubahan lingkungan yang ada. Anggaran tetap adalah anggaran yang tidak berubah, walaupun terjadi perubahan di dalam lingkungan dimana anggaran tersebut diterapkan.
SISTEMATIKA ANGGARAN
Anggaran Parsial adalah anggaran yang terdiri dari satu jenis atau kelompok kegiatan tertentu saja, misalnya anggaran penjualan saja, anggaran biaya pemasaran saja, anggaran administrasi saja, dan sebagainya.
Anggaran Komprehensif adalah keseluruhan anggaran yang terdiri dari gabungan anggaran-anggaran parsial di dalam suatu periode waktu tertentu.Misalnya, anggaran pendapatan, anggaran biaya dan anggaran laba serta anggaran keuangan.Salah satu bagian yang penting dan berpengaruh terhadap anggaran komprehensif yang akan di susun perusahaan adalah anggaran operasional. Karena anggaran operasional merupakan fase awal dari keseluruhan anggaran yang akan disusun suatu perusahaan.
Anggaran operasional adalah rencana kerja perusahaan yang mencakup semua kegiatan utama perusahaan dalam memperoleh pendapatan di dalam suatu periode. Anggaran operasional mencakup, sebagai berikut :
• Anggaran Penjualan
• Anggaran Produksi
• Anggaran Pembelian Bahan
• Anggaran Biaya Tenaga Kerja
• Anggaran Biaya overhead
• Anggaran Biaya Pemasaran
• Anggaran Biaya Administrasi dan Umum
• Anggran Rugi Laba

METODE ILMIAH

1. Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan berdasarkan bukti fisis yang ada dan sangat jelas. Cara untuk memperoleh pengetahuan atau kebenaran pada metode ilmiah haruslah diatur oleh pertimbangan-pertimbangan yang logis. Ilmu pengetahuan seringkali berhubungan dengan fakta, maka cara mendapatkannya, jawaban-jawaban dari semua pertanyaan yang ada pun harus secara sistematis berdasarkan fakta-fakta yang ada. Hubungan antara penelitian dan metode ilmiah adalah sangat erat atau bagkan tak terpisahkan satu dengan lainnya. Metode Ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Dengan adanya metode ilmiah ini pertanyaan-pertanyaan dasar dalam mencari kebenaran seperti apakah yang dimaksud, apakah benar demikian, mengapa begini atau begitu, seberapa jauh, bagaimana hal tersebut terjadi dan sebagainya, akan lebih mudah terjawab. Metode ilmiah bisa dikatakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis. Metode ilmiah dapat juga diartikan sebagai prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, tata langkahm dan cara teknis untuk memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Karena ideal dari ilmu adalah untuk memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta, maka metode ilmiah berkehendak untuk mencari jawaban tentang fakta-fakta dengan menggunakan pendekatan kesangsian sistematis. Karena itu, penelitian dan metode ilmiah mempunyai hubungan yang dekat sekali, jika tidak dikatakan sama.
Metode Ilmiah merupakan suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Metode ini menggunakan langkah-langkah yang sistematis, teratur dan terkontrol. Pelaksanaan metode ilmiah ini meliputi enam tahap, yaitu:
1. Merumuskan masalah. Masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan.
2. Mengumpulkan keterangan, yaitu segala informasi yang mengarah dan dekat pada pemecahan masalah. Sering disebut juga mengkaji teori atau kajian pustaka.
3. Menyusun hipotesis. Hipotesis merupakan jawaban sementara yang disusun berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau telaah pustaka.
4. Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian.
5. Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistik untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode ini adalah data yang objektif, tidak dipengaruhi subyektifitas ilmuwan peneliti dan universal (dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja akan memberikan hasil yang sama).
6. Menguji kesimpulan. Untuk meyakinkan kebenaran hipotesis melalui hasil percobaan perlu dilakukan uji ulang. Apabila hasil uji senantiasa mendukung hipotesis maka hipotesis itu bisa menjadi kaidah (hukum) dan bahkan menjadi teori.

2. Tujuan Mempelajari Metode Ilmiah
Tujuan dari mempelajari metode ilmiah adalah mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.
Beberapa poin dari tujuan dan manfaat seseorang atau peneliti mempelajari metode ilmiah, yaitu :
1. Mengetahui tata cara penulisan ilmiah.
2. Dapat menyusun fakta yang nyata dan data tersusun secara sistematis.
3. Menambah wawasan dalam menggunakan teknik yang cepat dan tepat untuk digunakan dalam menyusun sebuah tulisan ilmiah.
4. Mengetahui bahasa yang digunakan pada tulisan ilmiah yaitu bahasa baku.

SEJARAH SINGKAT PERBANKAN di INDONESIA

Sejarah singkat perbankan Indonesia dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Keadaan sebelum Perang Dunia II
Di Indonesia (pada waktu itu Nederland Indie) terdapat tiga buah bank,di dalamnya pemerintah mempunyai peranan tertentu. Ketiga bank tersebut adalah :
a. De javasche Bank N.V., didirikan pada tanggal 10 Oktober 1827, kemudian dinasionalisasikan oleh Pemerintah RI pada tanggal 6 Desember 1951 dan akhirnya menjadi Bank Sentral di Indonesia berdasarkan UU No. 13 tahun 1968.
b. De Algemene Volkscredietbank,didirikan tahun 1934 di Batavia (Jakarta). Kemudian kegiatan bank ini dilanjutkan oleh lembaga kredit Jepang (pada masa pendudukan Jepang) dengan nama Syomin Ginko dan sekarang menjadi Bank Rakyat Indonesia.
c. De Postpaarbank, didirikan tahun 1898, yang selanjutnya dengan UU No. 9 Drt. Tahun 1950 diganti dengan nama Bank Tabungan Pos dan terakhir dengan UU No 20 tahun 1968 menjadi Bank Tabungan Negara.

Di samping ketiga bank diatas , terdapat pula bank-bank lainnya yang tidak mendapat campur tangan pemerintah. B ank-bank tersebut ada yang bermodal nasional, Belanda, Inggris, Jepang, dan Cina.
• Bank-Bank milik pribumi atau bermodal nasional di antaranya Bank Nasional Indonesia, berkantor di Surabaya; Bank Nasional “Abuan Saudagar”, didirikan tahun 1932 di Bukittinggi, dan N.V. Bank Boemi, di Jakarta. Bank-Bank nasional ini didirikan dengan dipelopori oleh tokoh-tokoh nasional Indonesia. Bank Nasional Indonesia dipelopori oleh Dr. Soetomo, Dr.Samsi, Ir.Anwari, dan lain-lain; Bank Boemi oleh Sumanang.
• Bank-bank milik Belanda atau bermodal Belanda, di antaranya Nederland Handels Maatscliapij (NHM), terkenal dengan nama factorij karena semula bergerak dibidang perdagangan. Bank ini didirikan tahun 1824, Nationale Handelsbank (NHB), didirikan tahun 1863; De Esxomptobank N.V., didirikan tahun 1857 dan pada tahun 1950 diganti menjadi suatu N.V. yang berkedudukan di Indonesia.
• Bank-bank milik Inggris yang bernama The Chartered Bank of India, selain itu terdapat pula di Australia dan Cina dan berkantor pusat di London, dan The Hong Kong and Sbangbal Banking Corporation yang berkantor di Hong Kong.
• Bank-bank milik Jepang, di antaranya The Bank of Taiwan; The Yokobama Species bank dan The Mitsui Bank.
• Bank-bank milik Cina, terdiri atas The Overseas Chinese Banking Corporation berkantor pusat di Singapura; The Bank of China berkantor dip eking; N.V. Batavia Bank berkantor pusat
2. Keadaan Perbankan setelah Perang Dunia II (1945-1949)
Bersamaan dengan kekalahan jepang, pemerintah Belanda berusaha kembali ke Indonesia dengan membonceng tentara

ASAL MULA BANK

Pada zaman Babylonia, Yunani, dan Romawi diduga usaha perbankan telah memegang peranan dalam lalu lintas perdagangan. Tugas bank pada waktu itu lebih bersifat tukar-menukar mata uang, sehingga orang yang melakukannya disebut pedagang uang. Pada umumnya pekerjaan pedagang uang hanyalah sebagai perantara menukarkan mata uang asing dengan mata uang negeri sendiri atau sebaliknya . Kemudian usaha ini berkembang dengan menerima tabungan, menitipkan, ataupun meminjamkan uang dengan memungut bunga pinjaman.
Awal mula berdirinya Bank secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut. Kira-kira tahun 2000 SM di Babylonia telah dikenal semacam bank. Bank ini meminjamkan emas dan perak dengan tingkat bunga 20% setiap bulan dan dikenal sebagai temples of Babylon. Sesudah zaman Babylon, tahun 500 SM menyusul di Yunani didirikan semacam bank, dikenal sebagai Greek Temple, yang menerima simpanan dengan memungut biaya penyimpanannya serta meminjamkannya kembali kepada masyarakat. Pada saat itulah muncul bankir-bankir swasta pertama. Operasinya meliputi penukaran uang dan segala macam kegiatan bank. Lembaga perbankan yang pertama di Yunani timbul pada tahun 500 SM.
Setelah zaman Yunan, muncul usaha bank di Romawi yang operasinya sudah lebih luas lagi, yakni tukar-menukar mata uang, menerima deposito, memberikan kredit, mentransfer modal dan bersamaan dengan jatuhnya kota Roma pada tahun 509 SM, perbankan juga ikut jatuh. Tetapi pada tahun 527-565, Yustinianus mengkodefikasikan hokum Romawi di Konstantinopel sehingga perbankan berkembang kembali. Perkembangan ini diawali dengan adanya perdagangan dengan Cina, India, dan Ethiopia. Bahkan mata uang Konstantinopel ditetapkan sebagai mata uang Internasional.
Hubungan perdagangan kemudian berkembang ke Asia Barat (sekarang Timur Tengah) dan Eropa sehingga kota-kota seperti Alexandri, Venesia, dan beberapa pelabuhan di Italia Selatan terkenal sebagai pusat perdagangan yang penting.
Bank Venesia didirikan oleh Pemerintah pada tahun 1171 dan merupakan banknagara pertama yang dipakai untuk membiayai perang. Kemudian berturut-turut berdirilah Bank of Genoa dan Bank of Barcelona pada tahun 1320.
Sekitar awal abad ke-16 di London (Inggris), Amsterdam (Belanda) serta Antwerpen dan Leuven (Belgia) tukang-tukang emas bersedia menerima uang logam (emas,perak) untuk disimpan. Sebagai tanda bukti penyimpanan, tukang emas memberikan kepada penyimpanan suatu tanda deposito yang disebut Goldsmith’s note. Goldsmith’s note tersebut merupakan bukti bahwa tukang emas mempunyai hutang. Lambat laun tanda deposito itu diterima sebagai alat pembayaran atau menjadi uang kertas.
Sejarah mencatat, Goldsmith’s note oleh pemiliknya jarang ditukar kembali dengan uang logam. Berdasarkan hal tersebut, tukang emas mulai memberanikan diri mempergunakan kesempatan mengeluarkan Goldsmith’s note, sekalipun jaminan emas tidak ada namun Goldsmith’s note yang dikeluarkan itu tetap merupakan bukti hutangnya. Dengan perkembangan ini, terjadi peralihan dari tugas tukang emas menjadi tugas perbankan.

BIAYA DIFERENSIAL

Beberapa persoalan yang dihadapi perusahaan dapat diselesaikan dengan mempergunakan dan memanfaatkan perbedaan prilaku di antara biaya-biaya yang dimiliki perusahaan. Salah satu metode yang di gunakan adalah dengan menggunakan analisis biaya diferensial.

Biaya Diferensial adalah berbagai perbedaan biaya di antara sejumlah alternatif pilihan yang dapat digunakan perusahaan.

Biaya diferensial atau biaya relevan sering pula disebut sebagai biaya marjinal atau biaya inkremental . Biaya diferensial merupakan berbagai macam kemungkinan yang dapat terjadi dan dapat digunakan perusahaan dalam menghitung biaya tang akan dikeluarkan perusahaan. Pada dasarnya biaya diferensial merupakan biaya tunai atau out-of-pocket cost, yaitu biaya yang memerlukan pengeluaran tunai saat ini atau pada masa mendatang yang harus terjadi apabila suatu proyek dilaksanakan atau diperluas sampai melebihi ukuran yang ditentukan semula.

Analisis biaya diferensial digunakan untuk menentukan kanaikan pendapatan, biaya, dan marjin laba sehubungan dengan beberapa kemungkinan cara untuk menggunakan fasilitas tetap atau kapasitas yang tersedia.

Dalam analisis biaya diferensial, biaya variabel sangat relevan karena lazimnya biaya variabel dapat dielakkan ketika proyek masih dalam tahap evaluasi dan tidak jadi dielakkan. Sebaliknya, biaya tetap biasanya tidak dapat dielakkan dalam kondisi apa pun, karena itu tidak relevan bagi setiap keputusan sehubungan dengan biaya atau profitabilitas relatif dari berbagai alternatif. Akan tetapi, jika biaya tetap terpaksa dinaikkan, misalnya karena keputusan untuk menyewa ruang tambahan, membeli fasilitas tambahan atau penyebab pengeluaran ekstra lainnya maka biaya tetap semacam itu dapat dikelompokkan sebagai biaya diferensial.
Karakteria Penting agar suatu jenis biaya dapat dikelompokkan sebagai biaya diferensial atau biaya relevan :
• Biaya tersebut merupakan biaya yang akan datang.
Biaya relevan bukanlah biaya yang telah dikeluarkan perusahaan di masa lalu atau biaya historis, tetapi merupakan biaya yang akan dikeluarkan perusahaan di masa mendatang.Karena itu sunk cost, yaitu biaya yang telah terjadi dan tidak dapat diubah dengan keputusan apa pun, baik saat ini maupun yang akan datang tidak dapat dikelompokkan sebagai biaya relevan.
• Biaya tersebut berbeda di antara sejumlah alternatif.
Biaya yang akan dikeluarkan dimasa mendatang harus merupakan biaya yang berbeda di antara berbagai alternatif. Jika biaya yang akan dikeluarkan perusahaan di masa mendatang tidak memberikan perbedaan diantara berbagai alternatif yang ada maka biaya tersebut tidak dapat dikelompokkan sebagai biaya relevan, misalnya biaya depresiasi aktiva tetap untuk bulan depan dimana proyek akan dilaksanakan.

Manfaat Analisis Biaya Diferensial
Penggunaan biaya relevan di dalam penyelesain berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan akan sangat bermanfaat bagi pengambilan keputusan perusahaan. Terdapat beberapa persoalan yang dapat diselesaikan dengan metode ini, antara lain meliputi :
1. Menerima pesanan tambahan,
2. Menurunkan harga pesanan khusus,
3. Keputusan untuk memproduksi sendiri atau membeli,
4. Keputusan untuk memproses lebih lanjut atau tidak.

APA ITU BAHASA ?????

Sepuluh Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli

Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.

Lain halnya menurut Owen dalam Stiawan (2006:1), menjelaskan definisi bahasa yaitu language can be defined as a socially shared combinations of those symbols and rule governed combinations of those symbols (bahasa dapat didefenisikan sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan simbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan).

Pendapat di atas mirip dengan apa yang diungkapkan oleh Tarigan (1989:4), beliau memberikan dua definisi bahasa. Pertama, bahasa adalah suatu sistem yang sistematis, barang kali juga untuk sistem generatif. Kedua, bahasa adalah seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer.

Menurut Santoso (1990:1), bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.
Definisi lain, Bahasa adalah suatu bentuk dan bukan suatu keadaan (lenguage may be form and not matter) atau sesuatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, atau juga suatu sistem dari sekian banyak sistem-sistem, suatu sistem dari suatu tatanan atau suatu tatanan dalam sistem-sistem. Pengertian tersebut dikemukakan oleh Mackey (1986:12).

Menurut Wibowo (2001:3), bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran.

Hampir senada dengan pendapat Wibowo, Walija (1996:4), mengungkapkan definisi bahasa ialah komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat kepada orang lain.

Pendapat lainnya tentang definisi bahasa diungkapkan oleh Syamsuddin (1986:2), beliau memberi dua pengertian bahasa. Pertama, bahasa adalah alat yang dipakai untuk membentuk pikiran dan perasaan, keinginan dan perbuatan-perbuatan, alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi. Kedua, bahasa adalah tanda yang jelas dari kepribadian yang baik maupun yang buruk, tanda yang jelas dari keluarga dan bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.

Sementara Pengabean (1981:5), berpendapat bahwa bahasa adalah suatu sistem yang mengutarakan dan melaporkan apa yang terjadi pada sistem saraf.
Pendapat terakhir dari makalah singkat tentang bahasa ini diutarakan oleh Soejono (1983:01), bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang amat penting dalam hidup bersama.