Rabu, 06 Maret 2013

KERAJINAN DARI KAIN FLANEL


KERAJINAN DARI KAIN FLANEL

Kerajinan dengan menggunakan kain flanel ini ternyata tidak susah lohh.. kerajinan ini bisa kita buat kapan aja dan di mana aja, bentuknya juga bermacam-macam. Hasilnya pun bisa digunakan sebagai souvenir pernikahan, seperti saya ini.
Untuk yang baru ingin memulai membuat kerajinan kain flanel,, nie ada beberapa cara pembuatannya dan beberapa macam tusuk jahit yang digunakan dalam membuat kerajinan ini.
Berikut ini macam-macam tusuk jahit dan tusuk hias yang digunakan dalam kerajinan tangan flanel :
1. Tusuk Feston
Tusuk feston ini biasa digunakan untuk menggabungkan 2 lembar kain flanel dan juga merapikan pinggiran kain flanel.





2. Tusuk Rol
Tusuk rol ini juga digunakan untuk menggabungkan 2 lembar kain flanel. Apabila dikerjakan dengan hati-hati maka akan menghasilakn jahitan yang jauh lebih rapi dan halus daripada tusuk feston.








3. Tusuk Tikam Jejak
Tusuk tikam jejak ini biasa digunakan untuk membuat bentuk mulut.










Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan tangan dari flanel antara lain :
  1. kain flanel
  2. benang sulam
  3. jarum jahit
  4. dakron/kapas
  5. manik-manik
  6. lem serbaguna
  7. glue gun (lem tembak)
  8. gunting
  9. bahan pelengkap (gantungan kunci, gantungan handphone, jepit rambut, karet rambut, bros
Berikut ini beberapa bentuk kerajinan tangan yang terbuat dari kain flanel :
Gantungan Kunci Keropi
Cara membuat : 
1.      Membuat pola dari kertas kemudian di gunting. 
2.      Gunting kain flanel sesuai pola yang sudah dibuat di kertas. 
3.    Pasang mata dan buat bentuk mulut pada kain flanel bentuk keropi. Untuk memasang mata bisa menggunakan lem tembak. Untuk membuat mulut menggunakan tusuk tikam jejak.



4.     Gabungkan kedua lembar kain flanel bentuk keropi, jahit sekelilingnya menggunakan tusuk feston. Dibagian atasnya selipkan tali untuk mengaitkan gantungan kunci. Sisakan sedikit bagian untuk memasukkan dakron kemudian setelah selesai memasukkan dakron selesaikan dengan menjahit menggunakan tusuk feston.



5.      Pasang gantungan kunci di selingkup tali yang ada di atas kepalanya. 
6.      Gunting kain flanel dengan bentuk bulat untuk ditempelkan di pipi.



  Dan berikut ini adalah contoh hasil dari kerajinan yang di buat dari kain flanel :

 
                

  













Sumber : http://carapedia.com/Cara_Membuat_Kerajinan_Tangan_dari_Flanel_info35.html

Rabu, 23 Januari 2013

KASUS PELANGGARAN ETIKA


Rabu, 08/08/2012 11:08 WIB
Kasus Pencemaran Lingkungan, Dirut Perusahaan Asal Korsel Bebas 
Andi Saputra – detikNews

 

Jakarta - Dirut PT Roselia Texindo, Lee Sang Bok (50) kini bisa bernapas lega. Pengusaha asal Korea Selatan (Korsel) yang dituduh bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan Sungai Cikuda, Bogor, Jawa Barat dinilai tidak terbukti dan harus bebas usai Mahkamah Agung (MA) menguatkan putusan bebas PN Cibinong.

Versi JPU, perusahaan garmen tersebut membuang limbah ke Sungai Cikuda kurun 2001-2005. Pabrik yang berlokasi di Desa Wanaherang, Gunung Putri, Bogor ini membuang limbah pabrik ke Sungai Cikuda secara terus menerus dan berlanjut. Limbah tersebut mengandung Total Padatan Tersuspensi, Biochemical, Oxygen Demand, Chemical Oxygen Demand, dan Seng (Zn).

Limbah ini dibuang ke tanah dan permukaan air sungai sehingga kualitas sungai menurun. Perbuatan terdakwa dikenai pasal 41 ayat 1  pasal 46 ayat 1 UU No 23/2007 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Atas hal di atas, JPU menuntut bos kelahiran Tea Gu City ini 2,5 tahun penjara dengan memerintahkan pemulihan kualitas sungai dan denda Rp 100 juta.

Tetapi hakim PN Cibinong berkata lain. Pada 26 Juli 2010 majelis hakim membebaskan Lee Sang Bok dari semua dakwaan. JPU pun tidak terima dan mengajukan kasasi. Lalu apa kata MA?
"Tidak menerima kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU)," demikian bunyi putusan kasasi yang dilansir website MA, Rabu (8/8/2012).

Putusan kasasi ini diketok oleh tiga hakim agung yaitu Imron Anwari, Suwardi dan Timur Manurung pada 4 Januari 2012 lalu.

SUMBER :

Tanggapan : 
Di atas merupakan salah satu kasus pelanggaran etika dalam berbisnis yang dilakukan oleh PT. Roselia Texindo. Perusahaan tersebut sudah melanggar etika lingkungan hidup dimana hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya dan juga hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada lingkungan hidup secara keseluruhan.

Kasus ini berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar pabrik karena sudah mencemari sungai cikuda dari tahun 2001-2005 secara terus menerus, Limbah tersebut mengandung Total Padatan Tersuspensi, Biochemical, Oxygen Demand, Chemical Oxygen Demand, dan Seng (Zn). Limbah ini dibuang ke tanah dan permukaan air sungai sehingga menurunkan kualitas sungai. Sehingga bisa berpengaruh terhadap pasokan air bersih di rumah-rumah penduduk yang ada disekitar pabrik. Hal ini juga dapat mencemari udara dengan bau yang tidak sedap yang di hasilkan oleh tumpukan limbah pabrik tersebut.
Pelanggaran etika dalam kasus ini dapat dikenai pasal 41 ayat 1  pasal 46 ayat 1 UU No 23/2007 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Atas hal ini dapat dikenakan hukuman 2,5 tahun penjara dengan memerintahkan pemulihan kualitas sungai dan denda Rp 100 juta.

Dalam kasus ini yang bertanggung jawab adalah dirut PT. Roselia Texindo, Lee Sang Bok (50) pengusaha asal Korea Selatan. Namun beliau diputuskan bebas dari PN Cibinong oleh Mahkamah Agung (MA). Karena menurut MA Lee Sang Bok tidak terbukti. Saat JPU mengajukan kasasi MA menolaknya. Dari sini kita dapat melihat adanya ketidak adilan yang dilakukan MA. Pemerintahannya kurang tegas dalam menangani kasus ini. Seharusnya MA meninjau kembali kasus ini dan memberikan hukuman yang adil untuk para pelanggar hukum agar tidak ada lagi yang melanggar hokum. Apalagi dalam kasus ini sangatlah merugikan masyarakat, tetapi terus menguntungkan para pengusaha yang tidak bertanggung jawab atas lingkungan.

Senin, 19 November 2012

BAB 2 (Ethics Case)


Societal concerns
2 pelajar akuntansi, Joan dan Miguel, sedang belajar untuk ujian akhir.
“Miguel, bagaimana jika mereka bertanya kepada kita apakah profesi akuntansi harus berbicara tentang kekurangan dalam laporan keuangan?”
“Seperti apa, joan? Kami tahu mereka tidak menunjukkan nilai dari karyawan atau dampak inflasi, atau realitas ekonomi atau nilai pasar dari banyak transaksi. Apa ini yang Anda maksud?”
“Tidak, maksud saya para advokad dari pengungkapan yang akan mengarah pada dunia yang lebih baik bagi kita semua. Misalnya, jika kita hanya bisa mendapatkan perusahaan untuk mulai mengungkapkan dampaknya pada masyarakat, dan terutama lingkungan kita, mereka akan dibujuk untuk menetapkan target dan melakukan yang lebih baik tahun depan. Kita tahu bahwa banyak eksternalitas, seperti biaya polusi, tidak termasuk dalam laporan keuangan, tetapi kita bisa berbicara untuk pengungkapan tambahan.”
“Joan, Anda lakukan yg Anda mau. Tapi saya akan tetap berpegang pada peran tradisional akuntan. Untuk penyusunan dan audit laporan keuangan. Ini yang kami lakukan sejauh ini, bukan?”
“Ya, tapi dokter menahan diri dari mengomentari masalah kesehatan, atau lawyears menahan diri dari membuat undang-undang yang mengatur masa depan kita? Mengapa kita harus menghindar dari berbicara tentang isu-isu yang kita tahu sesuatu tentang itu sangat berarti bagi masa depan kita?”

*Siapakah yang benar, Joan atau Miguel? Mengapa?
Menurut saya Joan benar. karena seorang akuntan tidak hanya menilai atau memperhitungkan keuntungan perusahaan semata, melainkan mempertimbangkan segala aspek yang mungkin timbul dari adanya aktivitas suatu perusahaan yang memperoleh keuntungan dari lingkungan tersebut. Seperti polusi atau pencemaran lingkungan akibat dari aktivitas perusahaan. Jadi selain mengambil manfaat ekonomis dari suatu lingkungan, perusahaan juga harus memperhatikan kondisi dan ekosistem lingkungan tersebut, agar bumi yang kita tinggali ini tidak bertambah rusak dan semakin tidak layak huni karena pencemaran lingkungan. Setidaknya ada timbal balik antara peusahaan, lingkungan dan masyarakat sekitar menjadi solusi terbaik. Selain perusahaan mendapat laba, perusahaan juga memperhatikan lingkungan, sehingga lingkungan terjaga dan masyarakat sekitar tidak merasa dirugikan.


Management choice
Anne Distagne adalah CEO dari Linkage Construction Inc, yang menjabat sebagai kontraktor umum untuk pembangunan saluran udara untuk pusat perbelanjaan besar dan bangunan lainnya. Dia membanggakan diri pada kemampuan untuk mengelola perusahaannya secara efektif dan secara tertib. Selama bertahun-tahun telah terjadi 22-25 persen stabil pertumbuhan penjualan, laba, dan laba per saham, yang mana ia ingin teruskan karena difasilitasi berurusan dengan bank untuk meningkatkan modal ekspansi. Sayangnya karena kesalahan Sue (chief financial officer), situasi telah berubah. 
“Sue, kita sudah mendapat masalah. Kau tahu kebijakan pertumbuhan saya yang stabil. Nah, kita telah melakukan yang sangat baik tahun ini. Keuntungan kita terlalu tinggi: keuntungan diatas 35 persen dibanding tahun lalu. Apa yang kita harus lakukan adalah membawa turun tahun ini dan menyimpan sedikit untuk tahun depan. Jika tidak, maka akan terlihat seperti kita off dikelola dengan baik jalan kita. saya akan terlihat seperti tidak memiliki pegangan pada aktivitas kita. Siapa tahu, kita mungkin menarik artis pengambilalihan. Atau kita mungkin tekor laba tahun depan.”
“Apa yang bisa kita lakukan untuk kembali? Saya telah mendengar kita bisa menyatakan bahwa beberapa pekerjaan konstruksi tidak berjalan seperti yang kita pikirkan sebelumnya, jadi kita hanya harus menyertakan persentase yang lebih rendah dari keuntungan yang diharapkan pada setiap pekerjaan laba tahun ini. Juga, mari kita mengambil $ 124.000 dalam R & D biaya kita dikeluarkan untuk membuat sebuah sistem ducting lebih fleksibel untuk pekerjaan A305 dan B244 keluar dari biaya pekerjaan dalam persediaan dan biaya mereka segera.”
“Sekarang dengarkan, Sue, jangan memberiku statis tentang menjadi seorang akuntan yang berkualitas dan tunduk pada aturan profesi Anda. Anda dipekerjakan oleh Linkage Konstruksi dan saya bos Anda, sehingga langsung saja. Biarkan aku revisinya secepat mungkin.”

*Siapa stakeholder yang terlibat dalam keputusan ini?
 Anne Distagne (CEO dari Linkage Construction Inc.,)

*Apakah isu-isu etis yang terlibat?
Anne sebagai bos ingin melakukan kecurangan dengan melakukan pemalsuan akan keuntungan yang didapat sebesar lebih dari 35% ingin di catat seperti keuntungan sebelumnya sekitar 22-25%. Dan Sue sebagai karyawan dipaksa untuk menuruti kemauan dari bosnya.

*Apa yang harus Sue lakukan?
Seharusnya Sue melakukan dan melaporkan keadaan yang sebenarnya, jangan terpengaruh dengan apa yang diinginkan bosnya.

Selasa, 13 November 2012

BAB 1. ETIKA LINGKUNGAN (NPM GANJIL)


1.      Mengapa perhatian polusi menjadi sangat penting bagi manajemen dan direktur?
Jawab:
Saat ini polusi air sebagai masalah yang harus mendapat tindakan dan menjadi kekhawatiran kami adalah habisnya lapisan ozon, sebagian karena keterbatasan kemampuan kita untuk mengukur waktu konsentrasi dari racun dan ketidakmampuan kita untuk memahami alam dari resiko yang tersebar melalui air logam dan dioxins. Ada pula beberapa pernyataan dari perusahaan mereka tidak mempunyai solusi – solusi teknis untuk membersihkan udara dan pencemaran air, masalahnya dari biaya oleh karena itu tidak dapat melakukannya dan tetap kompetitif.
( Hal. 3 Paragraf 3 )

2.     Apa yang bisa akuntan profesional telah dilakukan untuk mencegah berkembangnya kesenjangan kredibilitas dan kesenjangan harapan ?
Jawab:
Kurangnya kredibilitas telah menyebar dari pelayanan keuangan untuk mencakup bidang kegiatan perusahaan dan telah menjadi dikenal sebagai kesenjangan kredibilitas. Komite Audit dan Komite etika, keduanya dihuni oleh mayoritas dari luar Direksi, penciptaan luas perusahaan kode etik, dan meningkatkan pelaporan perusahaan yang dirancang untuk mempromosikan integritas Corporation semua dilakukan untuk kepentingan yang diberikan kepada krisis ini.
( Hal. 5 Paragraf 2)

3.      Mengapa perilaku korporasi yang beretika menyebabkan profitabilitas yang lebih tinggi? 
      Jawab:
Penemu etis mengambil pandangan bahwa investasi mereka tidak hanya membuat wajar kembali tetapi juga melakukannya secara etis. Awalnya mempelopori dana pensiun seperti calpers dan dana pensiun karyawan “new york city”, serta beberapa dana investasi gereja, gerakan itu dilakukan di awal 1990-an oleh beberapa reksa dana etis. Etika ini menggunakan reksa dana yang dimaksudkan untuk mengeluarkan perusahaan dari pertimbangan yang terlibat disebut activitas berbahaya, seperti memproduksi untuk bacco produk, , persenjataan atau energi atom atau menggunakan hewan untuk pengujian. Alternatif, individu atau reksa dana dapat berinvestasi dalam 400 US. Perusahaan yang sudah disaring oleh sebuah etika konsultasi layanan di boston, domini, lydenberg.
      ( Hal. 6 Paragraf 2-3 )

4.      Bagaimana perusahaan memastikan bahwa karyawan mereka berperilaku etis? 
      Jawab:
Reaksi awal perusahaan adalah untuk lebih menuntut lingkungan etis. Keinginan untuk mengetahui bagaimana aktivitas etika yang telah dilakukan, kemudian untuk mencoba mengelola karyawan dengan tindakan mengembangkan sebuah kode etik. Setelah penerapan kode, keinginan ini memantau kegiatan dalam kaitannya dengan hal tersebut dan untuk melaporkan perilaku, pertama secara internal dan kemudian secara eksternal.
( Hal. 10 Paragraf 2)

5.     Apa saja elemen umum dari tiga pendekatan untuk pengambilan keputusan etiS yang secara singkat diuraikan dalam BAB ini ?
Jawab:
Pendekatan standar moral, dikembangkan oleh profesor manuel velasquez ( 1992 ), berfokus pada dimensi dampak dari usulan tindakan: 1.Apakah memberikan keuntungan bersih untuk masyarakat, 2. Apakah itu adil; dan 3. Apakah benar. Meskipun ada tumpang tindih dengan pendekatan yang pertama, velasquez ‘ s kurang berfokus pada perusahaan berpusat dan karena itu lebih cocok untuk evaluasi keputusan yang berdampak pada pemangku kepentingan di luar perusahaan kemungkinan besar akan sangat parah.
( Hal. 13 Paragraf 4 )