Minggu, 15 Mei 2011

ANALISA BIAYA - VOLUME - LABA

ANALISA BIAYA – VOLUME – LABA

1. Hubungan di Antara Beberapa Elemen
Analisa Biaya – Volume – Laba adalah suatu metode analisis untuk melihat hubungan antara besarnya biaya yang dikeluarkan suatu perusahaan dan besarnya volume penjualan serta laba yang diperoleh pada suatu periode tertentu.

Analisis ini membantu manajer untuk melihat hubungan antara 5 elemen, yaitu :
• Harga produk yaitu harga yang ditetapkan di dalam suatu periode tertentu secara konstan.
• Volume atau tingkat aktivitas yaitu besarnya produk yang dihasilkan dan direncanakan akan dijual di dalam suatu periode tertentu.
• Biaya variabel per unit yaitu besarnya biaya produk yang dibebankan secara langsung pada setiap unit barang yang diproduksi.
• Total biaya tetap yaitu keseluruhan biaya periodik di dalam suatu periode tertentu.
• Bauran produk yang dijual yaitu proporsi relatif produk-produk perusahaan yang akan dijual.
Terdapat asumsi yang harus digunakan di dalam melihat hubungan di antara besarnya biaya dan volume serta laba yang akan diperoleh, yaitu sebagai berikut :
• Harga jual produk yang konstan dalam cakupan yang relevan.Berarti harga jual setiap unit produk tidak berubah walaupun terjadi perubahan volume penjualan.
• Biaya bersifat linear dalam rentang cakupan yang relevan dan dapat dibagi secara akurat ke dalam elemen biaya tetap dan biaya variabel. Jumlah biaya variabel per unit konstan dan jumlah biaya tetap total juga harus konstan.
• Dalam perusahaan multi produk, bauran penjualannya tidak berubah.
• Jumlah unit yang diproduksi sama dengan jumlah unit yang dijual, berarti jumlah persediaan tidak berubah.

Dengan asumsi diatas, jika salah satu saja berubah maka hasil analisis biaya-volume-laba pasti akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Tetapi, tujuan utama dari analisis ini adalah untuk melihat hubungan di antara elemen-elemen tersebut dan pengaruhnya satu dengan lainnya.


2. Marjin Kontribusi
Langkah awal dalam melihat hubungan antara biaya-volume-laba suatu perusahaan adalah dengan mengerti dan melihat besarnya marjin kontribusi yang diperoleh suatu perusahaan pada berbagai tingkat kegiatan. Besarnya marjin kontribusi per unit yang dapat diperoleh suatu perusahaan akan menentukan kecepatan perusahaan tersebut menutup biaya tetapnya dan kemampuannya menghasilkan laba.

Marjin kontribusi adalah selisih antara nilai penjualan dengan biaya variabelnya. Jumlah tersebut akan digunakan untuk menutup biaya tetap dan manghasilkan laba periode tersebut.

Semakin besar marjin kontribusi yang diperoleh perushaan dari setiap unit produk yang dijualnya, semakin cepat pula perusahaan tersebut menutup biaya tetapnya dan mencapai laba yang diinginkan.
Semakin kecil marjin kontribusi yang dihasilkan dari setiap unit produk yang dihasilkannya, semakin lama pula perusahaan tersebut menutup biaya tetapnya dan mencapai laba yang diinginkan.


3. Titik Impas
Anggaran penjualan adalah rencana kerja barkaitan dengan aktivitas penjualan perushaan di dalam suatu periode tertentu. Keberhasilan atau kegagalan perusahaan untuk mencapai target penjualan akan berpengaruh secara langsung terhadap kemampuan perusahaan di dalam mencapai tujuan akhir perusahaan, yaitu memperoleh laba optimal, bahkan kegagalan mancapai target penjualan dapat mengakibatkan kerugian perusahaan. Oleh karana itu, perlu sekali bagi perusahaan untuk mengetahui jumlah penjualan minimal yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Untuk mengetahui volume penjualan minimal tersebut adalah dengan menggunakan analisis titik impas.

Titik Impas adalah volume penjualan yang harus dicapai perusahaan agar perusahaan tidak mengalami kerugian tetapi juga tidak memperoleh laba sama sekali.


4. Titik Impas Multiproduk
Untuk perusahaan yang memiliki lebih dari satu jenis produk maka dalam menghitung titik impasnya harus terlebih dahulu dihitung bauran penjualan produknya atau perbandingan volume penjualan antara satu produk dengan produk yang lain. Dengan mempergunakan perbandingan volume penjualan tersebut, dapat dihitung tittik impas perusahaan dengan manggunakan rumus yang sama dengan rumus di atas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar